Thursday, May 05, 2005

fever

Hmmmpphhhh...
Nggak ada yang lebih nyebelin daripada SAKIT di saat ngambil cuti... asaksjdfgkaafw!!
Sedikit informasi, kesempatan buat cuti disini jarang bangetttttt, sama langkanya kayak nungguin komet Halley, yang notabene munculnya cuman 76 tahun sekali.
NAH, bayangkan, di waktu-waktu yang harusnya bisa dinikmati dengan liar-liarnya itulah, saya kena flu... yang berat pula. Tau kan, tipe-tipe dimana (maap) umbelnya itu ngalir dengan kecepatan 1cm per menit. Itulah kenyataan yang terjadi.

AKHIRNYA,
di saat saya (seharusnya) bisa memuaskan birahi kerinduannya pada Bandung, saya malah berkutat dengan tissue dan Neozep. Jadilah saya menikmati Bandung dalam keadaan setengah teler. Padahal (kabarnya), Bandung lagi indah-indahnya. Kalo udah gini, berhubung yang bisa dikerjain cuman tidur dan bengong, akhirnya penyakit sekunder paling nggak penting di dunia pun dateng : malarindu.

Monyooong.


There are only two things that I miss most about Bandung; the places and the people.
Oke lah, saya masih berhasil ngatasin kerinduan akan beberapa tempat; Ciwalk, Rumah Nenek, Bowling Alley BSM, Kafe Halaman, Sate Pa' Gino, Brown House, dan kantor... (nanti yaa, saya punya cerita seru pas main bowling di BSM. Di postingan berikutnya deh...)
Tapi tetep aja ada yang 'ilang'. Incomplete.
And the suffer of missing continues.



Sigh,

KANGEN NIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIHH!!!!
Kukungan hati paling dalem menjerit niiih...
Maklum, nggak semua orang bisa mencerna kangen ini dengan akal sehat. Atau bisa juga terlalu bodoh untuk mencernanya. Dan mungkin temen-temen saya termasuk golongan yang ke-2.
Soalnya, waktu saya mau membagi derita 'kekangenan' ini dengan 4 orang temen lewat SMS yang isinya 'KANGEN!', 3 diantara mereka nggak ngebales (dasar pelit...), 1 membalas dengan absurd dan salah nangkep :

From : Ditta
Message :
'Uuuyaaoloo..Sgitu ngangeninnya ya akyu? ;p btw,qta dung mau radio party skr di fame.Aku dan puri dah janjian mau melantai gaya ular'

SEE???

Oya, sebelum udahan, saya kan masih ngutang cerita lanjutan dari buah simalakama itu kan ya? Well, let's just say saya akhirnya menggigit bagian yang akhirnya 'mematikan' saya...


ouch!